BAB VII
UBINAN JAGUNG SEBAGAI CARA PENDUGAAN
HASIL PER HEKTAR
A. Pelaksanaan Praktikum
Praktikum di laksanakanpada :
Hari :
Rabu
Tanggal : 14 Mei
2014
Tempat :
KebunWedomartani
B. Tujuan
1. Mengetahui
cara pendugaan hasil tanaman per hektar.
2. Mengetahui
komponen-komponen hasil ekonomis tanaman jagung
C. Dasar Teori
Jagung (Zea
mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/graminae yang
mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan
pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Siklus hidupnya diselesaikan
dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan
vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Batang jagung
terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan
satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman
sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari
pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan
dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu.
Pemahaman morfologi dan fase
pertumbuhan jagung sangat membantu dalam mengidentifikasi pertumbuhan tanaman,
terkait dengan optimasi perlakukan agronomis. Cekaman air (kelebihan dan
kekurangan), cekaman hara (defisiensi dan keracunan), terkena herbisida atau
serangan hama dan penyakit akan menyebabkan tanaman tumbuh tidak normal, atau
tidak sesuai dengan morfologi tanaman. Hasil dan bobot biomas jagung yang
tinggi akan diperoleh jika pertumbuhan tanaman optimal. Untuk itu diperlukan
pengelolaan hara, air, dan tanaman dengan tepat. Pengelolaan hara dan tanaman
yang mencakup pemupukan (waktu dan takaran), pengairan, dan pengendalian gulma
harus sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
Tinggi
tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian
antara 1 m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi
tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga
jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi).
Pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa
"tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan
"rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
Akar
jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun
sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa
muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga
tegaknya tanaman.
Batang
jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak
seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat
sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah
daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak
mengandung lignin.
Daun
jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun
terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada
yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang
khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis
berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting.
Pada
umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun
memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan
lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga
jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada
bunga betinanya (protandri).
Selain
sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan
sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah
menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah
satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi
bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.
D. Bahan
dan Alat
1. Tanaman jagung siap panen
2. Mistar/penggaris
3. Timbangan
4. Oven
5. Kantong kertas
E. Cara
Kerja
1. Menentukan ubinan tanaman jagung 2 m x 2,5 m.
(ubinan untuk konversi ke hektar minimal 5
).
2. Menentukan secara acak 6 tanaman yang akan
dijadikan sampel pada ubinan tersebut.
3. Mencabut tanaman sampel secara hati-hati bila
ada polongnya yang tertinggal ambil dan menjadikan satu dengan tanaman sampel
bersangkutan, jangan sampai tercampur dengan tanaman sampel yang lain.
4. Mengukur pada tanaman sampel tersebut :
a. Tinggi tanaman
b. Jumlah daun
c. Diameter tongkol
d. Bobot tongkol
e. Panjang akar
f. Bobot brangkasan
F. Data
dan Pengamatan
1.
Tinggi tanaman
a. Tanaman jagung sampel 1 : 185,0 cm
b. Tanaman jagung sampel 2 : 201,0 cm
c. Tanaman jagung sampel 3 : 213,5 cm
d. Tanaman jagung sampel 4 : 171,0 cm
Rata-rata
tinggi tanaman jagung
= 
= 192,625 cm
2. Jumlah daun
a. Tanaman jagung sampel 1 : 10 daun
b. Tanaman jagung sampel 2 : 8 daun
c. Tanaman jagung sampel 3 : 10 daun
d. Tanaman jagung sampel 4 : 8 daun
Rata-rata
jumlah daun tanaman jagung
=

=
9 daun
3. Diameter tongkol
a. Tanaman jagung sampel 1 : 1,35 cm
b. Tanaman jagung sampel 2 : 1,68 cm
c. Tanaman jagung sampel 3 : 1,64 cm
d. Tanaman jagung sampel 4 : 1,72 cm
Rata-rata
diameter tongkol tanaman jagung
=

=
1,5975 cm
4.
Bobot tongkol
a. Tanaman jagung sampel 1 : 13,7 gram
b. Tanaman jagung sampel 2 : 28,8 gram
c. Tanaman jagung sampel 3 : 21,6 gram
d. Tanaman jagung sampel 4 : 15,7 gram
Rata-rata
bobot tongkol tanaman jagung
=

=
19,95 gram
5. Panjang akar
a. Tanaman jagung sampel 1 : 28,9 cm
b. Tanaman jagung sampel 2 : 24,5 cm
c. Tanaman jagung sampel 3 : 19,4 cm
d. Tanaman jagung sampel 4 : 26 cm
Rata-rata
panjang akar jagung
=

=
24,7 cm
6.
Bobot brangkasan
=
1060 gram
7.
Berat kering tanaman
= 337 gram
8. Kadar air 
= 0,68 x 100 %
= 68%
G. PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan yang
dilakukan didapatkan tinggi tanaman jagung sampel pertama setinggi 185 cm
dengan jumlah daun sebanyak 10 daun, diameter batang selebar 1,35 cm berat
tongkol seberat 13,7 gram dan panjang akar sepanjang 28,9 cm. Sampel kedua
meimiliki tinggi 201 cm dengan jumlah daun sebanyak 8 daun diametertongkol
selebar 1,68 cm berat tongkol 28,8 gram dan panjang akar 24,5 cm. Sampel ketiga
memiliki tinggi 213,5 cm jumlah daun sebanyak 10 daun diameter tongkol selebar
1,64 cm berat tongkol 21,69 gram dan pamjang
akar 19,4 cm. Sampel keempat memiliki tinggi 171 cm dengan banyak daun 8 daun
diameter tongkol 1,72 cm berat tongkol 15,79 gram dan memiliki panjang akar 26
cm. Kadar air diperoleh sebesar 68%. Kadar air ini dapat mempengaruh
pertumbuhan tanaman, karena air dapat mempengaruhi panjang batang, dan jumlah
daun. Air juga berperan dalam proses respirasi, semakin tinggi kadar air maka
proses fotosintesis akan semakin optimal dan begitu juga sebaliknya. Selain
berpengaruh dalam proses fotosintesis dan respirasi, air juga berpengaruh
terhadap laju transpirasi. Pertumbuhannya tidak berbanding lurus dengan
fisiologis tanaman jagung dikarenakan oleh beberapa sebab salah satunya adalah
pemupukan yang dilakukan kurang merata antara tanaman satu dengan yang lain,
sehingga menyebabkan pertumbuhan yang tidak merata. Fisiologis tanaman jagung
dapat dimanfaatkan sebagai penambah nilai ekonomis, contohnya daun pembungkus
jagung. Daun pembungkus ini dapat digunakan sebagai pembngkus salah satu
makanan yang terbuat dari bahan ketan.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan
praktikum ubinan jagung di atas dapat diperoleh data rata-rata hasil tanaman.
Untuk menghitung pendugaan tanamn hasil per hektar dapat dilakukan dengan cara
mengambil bebrapa sampel dari tanamn jagung yang berada pada petakan 2 m x 2,5
m. Penambah hasil ekonomis pada tanamn jagung adalah pembungkus jagungnya dapat
dgunakan sebagai pembungkus makanan, selain itu batang serta daunnya dapat
digunakan sebagai pakan ternak.
I. Daftar
Pustaka
Anonim.
2014.id.m.wikipedia.org/wiki/jagung. Diakses pada tanggal 16 Mei 2014 pukul
20.34 WIB






0 komentar:
Posting Komentar