Selasa, 14 April 2015

LAPORAN BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM UBINAN JAGUNG


BAB VII
UBINAN JAGUNG SEBAGAI CARA PENDUGAAN HASIL PER HEKTAR

A. Pelaksanaan  Praktikum
Praktikum di laksanakanpada :
Hari                                           : Rabu
Tanggal                                     : 14 Mei 2014
Tempat                                      : KebunWedomartani
B. Tujuan
1.  Mengetahui cara pendugaan hasil tanaman per hektar.
2.  Mengetahui komponen-komponen hasil ekonomis tanaman jagung
C. Dasar Teori
Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu.
Pemahaman morfologi dan fase pertumbuhan jagung sangat membantu dalam mengidentifikasi pertumbuhan tanaman, terkait dengan optimasi perlakukan agronomis. Cekaman air (kelebihan dan kekurangan), cekaman hara (defisiensi dan keracunan), terkena herbisida atau serangan hama dan penyakit akan menyebabkan tanaman tumbuh tidak normal, atau tidak sesuai dengan morfologi tanaman. Hasil dan bobot biomas jagung yang tinggi akan diperoleh jika pertumbuhan tanaman optimal. Untuk itu diperlukan pengelolaan hara, air, dan tanaman dengan tepat. Pengelolaan hara dan tanaman yang mencakup pemupukan (waktu dan takaran), pengairan, dan pengendalian gulma harus sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1 m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi). Pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting.
Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
Selain sebagai bahan pangan dan bahan baku pakan, saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.
D. Bahan dan Alat
1.  Tanaman jagung siap panen
2.  Mistar/penggaris
3.  Timbangan
4.  Oven
5.  Kantong kertas
E. Cara Kerja
1.  Menentukan ubinan tanaman jagung 2 m x 2,5 m. (ubinan untuk konversi ke hektar minimal 5 ).
2.  Menentukan secara acak 6 tanaman yang akan dijadikan sampel pada ubinan tersebut.
3.  Mencabut tanaman sampel secara hati-hati bila ada polongnya yang tertinggal ambil dan menjadikan satu dengan tanaman sampel bersangkutan, jangan sampai tercampur dengan tanaman sampel yang lain.
4.  Mengukur pada tanaman sampel tersebut :
a.  Tinggi tanaman
b.  Jumlah daun
c.  Diameter tongkol
d.  Bobot tongkol
e.  Panjang akar
f.  Bobot brangkasan
F. Data dan Pengamatan
1. Tinggi tanaman
a.  Tanaman jagung sampel 1 : 185,0 cm
b.  Tanaman jagung sampel 2 : 201,0 cm
c.  Tanaman jagung sampel 3 : 213,5 cm
d.  Tanaman jagung sampel 4 : 171,0 cm
Rata-rata tinggi tanaman jagung
=
= 192,625 cm
2.  Jumlah daun
a.  Tanaman jagung sampel 1 : 10 daun
b.  Tanaman jagung sampel 2 :  8  daun
c.  Tanaman jagung sampel 3 : 10 daun
d.  Tanaman jagung sampel 4 :  8  daun
Rata-rata jumlah daun tanaman jagung
=
= 9 daun
3.  Diameter tongkol
a.  Tanaman jagung sampel 1 : 1,35 cm
b.  Tanaman jagung sampel 2 : 1,68 cm
c.  Tanaman jagung sampel 3 : 1,64 cm
d.  Tanaman jagung sampel 4 : 1,72 cm
Rata-rata diameter tongkol tanaman jagung
=
= 1,5975 cm
4. Bobot tongkol
a.  Tanaman jagung sampel 1 : 13,7 gram
b.  Tanaman jagung sampel 2 : 28,8 gram
c.  Tanaman jagung sampel 3 : 21,6 gram
d.  Tanaman jagung sampel 4 : 15,7 gram
Rata-rata bobot tongkol tanaman jagung
=
= 19,95 gram


5. Panjang akar
a.  Tanaman jagung sampel 1 : 28,9 cm
b.  Tanaman jagung sampel 2 : 24,5 cm
c.  Tanaman jagung sampel 3 : 19,4 cm
d.  Tanaman jagung sampel 4 : 26 cm
Rata-rata panjang akar jagung
=
= 24,7 cm
6. Bobot brangkasan
= 1060 gram
     7.  Berat kering tanaman
          = 337 gram
8. Kadar air           
                                   
                                    =  0,68 x 100 %
                                    =  68%
G. PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan didapatkan tinggi tanaman jagung sampel pertama setinggi 185 cm dengan jumlah daun sebanyak 10 daun, diameter batang selebar 1,35 cm berat tongkol seberat 13,7 gram dan panjang akar sepanjang 28,9 cm. Sampel kedua meimiliki tinggi 201 cm dengan jumlah daun sebanyak 8 daun diametertongkol selebar 1,68 cm berat tongkol 28,8 gram dan panjang akar 24,5 cm. Sampel ketiga memiliki tinggi 213,5 cm jumlah daun sebanyak 10 daun diameter tongkol selebar 1,64 cm berat tongkol 21,69 gram dan  pamjang akar 19,4 cm. Sampel keempat memiliki tinggi 171 cm dengan banyak daun 8 daun diameter tongkol 1,72 cm berat tongkol 15,79 gram dan memiliki panjang akar 26 cm. Kadar air diperoleh sebesar 68%. Kadar air ini dapat mempengaruh pertumbuhan tanaman, karena air dapat mempengaruhi panjang batang, dan jumlah daun. Air juga berperan dalam proses respirasi, semakin tinggi kadar air maka proses fotosintesis akan semakin optimal dan begitu juga sebaliknya. Selain berpengaruh dalam proses fotosintesis dan respirasi, air juga berpengaruh terhadap laju transpirasi. Pertumbuhannya tidak berbanding lurus dengan fisiologis tanaman jagung dikarenakan oleh beberapa sebab salah satunya adalah pemupukan yang dilakukan kurang merata antara tanaman satu dengan yang lain, sehingga menyebabkan pertumbuhan yang tidak merata. Fisiologis tanaman jagung dapat dimanfaatkan sebagai penambah nilai ekonomis, contohnya daun pembungkus jagung. Daun pembungkus ini dapat digunakan sebagai pembngkus salah satu makanan yang terbuat dari bahan ketan.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum ubinan jagung di atas dapat diperoleh data rata-rata hasil tanaman. Untuk menghitung pendugaan tanamn hasil per hektar dapat dilakukan dengan cara mengambil bebrapa sampel dari tanamn jagung yang berada pada petakan 2 m x 2,5 m. Penambah hasil ekonomis pada tanamn jagung adalah pembungkus jagungnya dapat dgunakan sebagai pembungkus makanan, selain itu batang serta daunnya dapat digunakan sebagai pakan ternak.
I.  Daftar Pustaka
Anonim. 2014.id.m.wikipedia.org/wiki/jagung. Diakses pada tanggal 16 Mei 2014 pukul 20.34 WIB

0 komentar:

Posting Komentar