ADENIUM
A.
PENDAHULUAN
Adenium
merupakan tanaman hias yang sangat fenomenal. Penggemarnya bervariasi dari
kalangan elit sampai kalangan bawah, ditandai dari ditemukannya tanaman ini di
rumah-rumah mewah sampai di rumah-rumah pedesaan. Hal ini tentu karena
harganya yang juga bervariasi sesuai jenis ataupun ukuran tanaman. Penyilangan
dan pemilihan secara intensif membuat kian beragamnya jenis adenium.
Hibridisasi pada awalnya melibatkan indukan Adenium obesum yang disilangkan
dengan multiflorum dan somalense juga swazicum. Sedangkan Adenium arabicum dan
socotranum mempunyai jalur tersendiri karena tidak bisa disilangkan dengan
species lain. Dipilih obesum sebagai indukan karena termasuk paling mudah
berbiji. Kebanyakan hibrida bernama saat ini mengandung sedikit ”darah” multiflorum
dan somalense. Ada puluhan jenis adenium bernama yang sudah dikenal luas,
meskipun sebenarnya jenis hibrida adenium ada ratusan bahkan ribuan.
Biasanya adenium hibrida dipilih warna bunga yang bagus dan rajinnya berbunga.
Namun ada pula yang dipilih karena corak daun dan pola pertumbuhan.
Adenium hibrida ini biasa disambung/digrafting sebagai batang atas karena bunga
ataupun coraknya yang bagus, sedangkan batang bawah berasal dari biji yang
berbonggol bagus. Dengan cara ini anakan pasti akan mempunyai tipe seperti
indukannya dengan bonggol yang membesar.
Di Taiwan ada pula biji hibrida yang bernama, namun anakannya tidak akan
100% seperti indukannya. Tingkat kesamaan dengan induknya antara 20%-80% dari
anakan. Cara ini akan mendapatkan anakan yang lebih halus tanpa bekas
sambungan. Namun di Thailand, cara ini tidak digunakan melainkan anakan
dibedakan menurut warna, yaitu pink, merah, putih dan ungu. Sehingga anakan
hampir pasti akan berwarna sesuai yang telah ditentukan.
B.
LINGKUNGAN
TUMBUH TANAMAN
Adenium menyukai suhu panas sedang
seperti di daerah tropis(300C - 350 C). Namun, semakin
panas akan mengakibatkan bunga berumur pendek atau cepat layu. Suhu yang dingin
pada malam hari (di bawah 10 C) akan meyebabkan adenium berhenti tumbuh. Tidak
menyukai banyak air, karena dapat menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.
Membutuhkan sinar matahari penuh. Menyukai media porous, tanah yang mudah
mengalirkan air. Tempat tumbuh ideal, tempat terbuka yang memiliki sinar
matahari penuh sepanjang hari. Keadaan tanah, tanah yang cukup unsur hara
dengan struktur porous dengan tingkat pH sekitar 5,5-6,5. Tumbuh baik pada
daerah panas hingga ketinggian 700 mdpl.
C.
TEKNIK
PERBANYAKAN TANAMAN
1.
biji
Perkembangbiakan
dari biji merupakan cara untuk mendapatkan jenis-jenis adenium baru. Adenium
dari biji menunjukkan bonggol yang membesar, tidak seperti perbanyakan cara
vegetatif
2. sambung
Cara yang paling banyak dipakai
untuk memperbanyak adenium hibrida adalah dengan cara sambung/grafting. Batang
bawah berasal dari biji yang bonggolnya bagus dengan batang atas dari jenis
hibrida yang dikehendaki. Setelah beberapa waktu, bekas sambungan akan menghilang
dan jadilah tanaman baru yang bagus.
Batang bawah biasa dipilih yang
berumur 9-12 bulan, namun batang bawah yang lebih besar juga bisa dipakai
dengan menyambung di setiap cabangnya. Kandungan energi di bonggol akan memberi
pertumbuhan yang baik dan sehat bagi batang atas sehingga cara sambung ini
mempunyai tingkat kesuksesan tinggi.
Sambungan model v adalah yang paling
sering dipakai karena memiliki tingkat keberhasilan yang paling tinggi, meski
bisa juga dilakukan dengan model rata. Dibutuhkan waktu 10 sampai 30 hari
agar sambungan menyatu. Jangan lupa melepas tali sambungan agar tidak menganggu
penyerapan makanan ke batang atas. Setelah beberapa saat, cabang baru dapat
muncul dari batang bawah, cabang ini sebaiknya dipangkas agar tidak mengganggu.
3. Stek
Cara ini sering digunakan karena
kemudahannya. Namun tingkat keberhasilan tumbuhnya kecil karena mudahnya
terjadi pembusukan. Dengan cara ini sulit didapat bonggol yang bagus,
membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai besar bonggol adenium yang berasal
dari biji. Dahulu cara ini yang biasa dilakukan untuk memperbanyak kamboja
jepang (adenium varietas “ Singapore ”) yang notabene mandul. Cara ini masih
dilakukan untuk varietas-varietas yang murah. Namun untuk jenis hibrida
sepertinya cara ini hanya dilakukan saat terpaksa saja, yaitu dimana tidak ada
batang bawah yang bagus padahal ada batang atas yang terlanjur dipotong.
Cara-nya sederhana saja, potongan batang yang akan di-stek dipangkas daunnya.
Setelah itu oleskan zat perangsang akar pada bekas potongan. Setelah satu malam
diangin-anginkan baru ditancapkan pada media tanam. Biarkan media sedikit
lembab, tidak basah, tidak pula kering. Setelah beberapa lama akar akan muncul
diikuti dengan tumbuhnya tunas.
4. Cangkok
Mencangkok dilakukan untuk mengurangi
kegagalan yang biasa terjadi dengan cara stek. Dengan mencangkok, akar akan
tumbuh lebih dulu baru ditanam, sehingga tanaman dapat langsung menyerap unsur
hara dari tanah. Namun diperlukan tenaga ekstra untuk melakukan pencangkokan,
sehingga cara ini jarang dipakai. Pertamakali harus dipilih batang yang sudah
cukup tua, ditandai dengan batang yang berwarna coklat, bukan hijau. Dipilih
batang yang tua karena batang yang muda sangat rentan patah dan sukar untuk
dikupas kulitnya secara benar. Hal ini terjadi karena batangnya yang masih
lunak dan sulit dicari letak kambiumnya sehingga pengupasan kulit bisa tanpa
sengaja terlalu dalam. Cara mencangkok seperti mencangkok tanaman
berkambium pada umumnya. Kulit dikupas melingkar batang sampai terlihat kambiumnya,
kambium tersebut lalu dihilangkan dengan cara dikerok sampai kambiumnya tidak
bersisa. Kemudian bekas kupasan itu ditutup dengan media tanam. Media tersebut
harus selalu lembab untuk memastikan akar akan tumbuh. Setelah 2 bulan maka
akan tumbuh akar yang cukup sehingga cangkokan siap dipindah menjadi tanaman
tersendiri.
D.
TEKNIK
PENANAMAN
1. Persiapan
Bibit
Bibit diperoleh dengan perbanyakan secara vegetatif dengan stek, cangkok
dan sambung atau secara generatif yaitu dengan biji
2. Persiapan
Tempat
Dengan
menanam langsung dalam tanah dengan membuat lubang (30cmx30cmx30cm) atau
ditanam dalam pot dengan diameter pot 40 cm dan kedalaman 20 cm. Bila ditanam
langsung ke dalam tanah biarkan lubang terbuka selama 2 minggu agar hama dan
bibit penyakit mati sehingga mengurangi resiko terkena penyakit atau hama
kemudian lubang diurug dengan top soil dan dicampur pupuk kandang dengan
perbandingan 1:1 Pot yang idela digunakan berbahan keramik atau gerabah tanah
liat. Komposisi media tanam biasanya menggunakan paasir bangunan : pupuk
kandang : sekam padi = 1:1:1 atu dengan serbuk sabut kelapa : pupuk kandang :
pecahan arang = 2:1:1
E.
PEMELIHARAAN
1. Media Tanam
Adenium
membutuhkan media yang cukup mengandung udara dan mampu menahan kelembaban agar
pertumbuhannya maksimal. pemilihan media yang tepat merupakan kebijakan
dari masing2 pemelihara yang disesuaikan dengan penyiraman yang dilakukan. Jika
penyiraman sering, maka diperlukan media yang tidak mengikat air, tapi jika
jarang dilakukan penyiraman, maka media yang digunakan adalah yang cukup
mengikat air. Campuran media yang sering digunakan adalah:
Cocopeat (serbuk sabut kelapa), cocochunk (cacahan sabut kelapa), pasir kasar, sekam bakar, pupuk kandang, pupuk kompos, kerikil, daun kering, dan lain-lain.
Cocopeat (serbuk sabut kelapa), cocochunk (cacahan sabut kelapa), pasir kasar, sekam bakar, pupuk kandang, pupuk kompos, kerikil, daun kering, dan lain-lain.
2. Pot atau
Wadah
Segala macam
pot dapat dipakai. Kita harus hati-hati dengan pot gerabah ataupun keramik,
karena dapat pecah saat bonggol membesar dan tidak muat dalam pot tersebut.
Sebaiknya gunakan pot gerabah atau keramik yang berdinding tebal sehingga tidak
mudah pecah. Pot plastik juga baik karena ringan dan t idak mudah pecah. Lubang drainase haruslah besar dan
banyak untuk menjamin tidak adanya penyumbatan air yang berakibat fatal. Di
bagian bawah biasanya diberi kain jala untuk mencegah tergerusnya media ke luar
dari pot.
Besar pot
hendaknya disesuaikan dengan masa pertumbuhan dari adenium yang ditanam. Pot
tidak boleh terlalu besar yang dapat mengakibatkan percabangan akar yang
terlalu banyak. Saat akar/bonggol adenium sudah tidak muat di suatu pot,
maka saatnya untuk memindahkan ke pot yang lebih besar. Pemindahan ini dapat
dilakukan dengan membersihkan media yang lama dan diganti yang baru, atau jika
media lama masih laik maka dapat pula disisakan dan di sela-sela-nya diisi
dengan media yang baru.
Saat yang
tepat untuk mengganti pot adalah ketika adenium sedang dalam masa tumbuh aktif.
Harus hati-hati dengan kemungkinan bonggol terlukai sat transplantasi. Bonggol
yang terluka dapat mengakibatkan busuk saat dilakukan penyiraman. Jika bonggol
ternyata terluka, jangan sirami selama sekitar seminggu agar luka-nya sembuh
terlebih dahulu.
3. Penyiraman
Cara
melakukan penyiraman adalah dengan menyemprot ataupun mengucurkannya langsung
ke media. Jika dipilih cara semprot, maka harus hati-hati karena air seringkali
tidak cukup membasahi media. Lakukan penyiraman sampai ada air yang mengalir
keluar dari dasar pot, tapi perhatikan lubang bawah pot, jangan sampai air
mengendap sehingga menuebabkan akar tanaman membusuk
4. Pemupukan
Pemupukan
yang berlebihan akan menyebabkan tanaman adenium akan mati. Untuk yang tidak
suka repot, cukup tambahkan pupuk kandang yang merupakan slow release
fertilizer, sehingga tak akan membunuh adenium. Pupuk kimia biasa seperti urea,
KCL, TSP dapat pula digunakan, namun dosisnya harus sangat diperhatikan.
Biasanya pupuk kimia ini dilarutkan dalam air siraman agar penyerapan jadi
merata dan optimal.
Adenium yang
batangnya sudah terlalu panjang haruslah dipangkas. Tak perlu takut tanaman
akan mati jika tanpa daun, karena adenium sudah punya cadangan makanan di
bonggolnya untuk dapat bertahan hidup. Pemangkasan ini berguna untuk
menyegarkan kembali agar tampak lebih indah. Agar adenium bercabang lebih dari
satu, maka pemangkasan dilakukan saat adenium sedang tumbuh (bukan masa
dorman). Jika waktunya salah, maka adenium tidak akan bercabang banyak,
melainkan hanya tumbuh satu tunas saja. Setelah beberapa minggu tunas baru akan
muncul, jadi haruslah sabar dan jangan terlalu banyak menyirami.
Pemangkasan
ini juga berfungsi memacu pembungaan yang banyak. Biasanya, bunga yang banyak
akan tumbuh setelah 3 bulan sebelumnya dipangkas dan diberi stressing pada
pembungaan.
DAFTAR
PUSTAKA






1 komentar:
makasi infonya karena sangat membantu salam
Posting Komentar