Pages

Selasa, 14 April 2015

BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA ANGGREK DENDROBIUM


ANGGREK DENDROBIUM

A.  PENDAHULUAN
Negara Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan keragaman jenis dan varietas berbagai tanaman hortikultura, salah satunya adalah tanaman anggrek. Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang sangat menarik dan banyak diminati karena bentuk, ukuran dan warna bunga yang beragam. Banyak para penggemar tanaman anggrek yang ingin memiliki tanaman anggrek yang sehat dan rajin berbunga. Di negara Indonesia tanaman anggrek banyak ditumbuhi lebih dari 6.000 jenis anggrek. Jumlah tanaman anggrek terbanyak adalah anggrek Dendrobium, Phaleonopsis dan Vanda, Catellya yang indah dan menawan. 
Anggrek dendrobium termasuk anggrek epifit memiliki sifat hidup menumpang tetapi tidak merugikan tanaman yang ditumpangi. Akar tanaman anggrek berfungsi sebagai tempat menempelkan tubuh tanaman pada media tumbuh. Akar anggrek epifit mempunyai lapisan velamen yang berongga. Lapisan ini berfungsi untuk memudahkan akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon media tumbuh anggrek. Di bawah lapisan velamen terdapat lapisan yang mengandung klorofil. Akar anggrek epifit yang berambut pendek atau nyaris tak berambut. Pada anggrek terestrial (jenis anggrek tanah), akar mempunyai rambut yang cukup rapat dan cukup panjang. Fungsi rambut akar ini adalah untuk menyerap air dan zat organik yang ada di tanah.
Anggek Dendrobium dapat dinikmati keindahannya dengan berbagai cara yaitu tidak hanya sekedar di pot tapi juga menempel di pohon karena sifatnnya epifit. Mirip dengan habitatnya di pohon beberapa Dendrobium diatur berderet di batang kayu mati. Anggrek disusun sedemikain rupa sehingga tampil unik di sela-sela kayu soliter yang disangga besi. Keindahan Dendrobium semakin menonjol apabila ditata dalam taman, tampilan seperti itu sering digunakan saat pameran anggrek nasional maupun internasional. Penggunaan anggrek Dendrobium tak sebatas hanya sosok tanaman, pemanfaatan sebagai bunga potong juga demikian populer.
Permintaan tinggi tanaman berbunga jelas jadi hal yang menarik. Kosumen lebih banyak memburu lantaran mudah dirawat. Lagi pula variasi warna dan bentuk bunga beragam sehingga konsumen yang bosan selalu mempunyai pilihan. Pembelian bunga oleh konsumen umumnya tidak dilakukan setiap hari. Konsumen perkantoran dan hotel membeli bunga secara rutin setiap minggu, tetapi volume tidak terlalu banyak, sedang konsumen rumahan melakukan pembelian di waktu-waktu tertentu, misalnya ulangtahun, hari raya, dan kematian. 

B. LINGKUNGAN TUMBUH TANAMAN
1.    Cahaya matahari
Secara umum dapat dikatakan bahwa anggrek dendrobium memerlukan sinar sebanyak 50-60 % ini berarti bahwa jenis anggrek tersebut menyukai tipe sinar yang agak teduh. Anggrek dendrobium bersifat epifit sehingga dengan cara tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan inangnya. Dendrobium hanya membutuhkan intensitas cahaya dan lama penyinaran terbatas. Besarnya intensitas cahaya yang dibutuhkan sekitar 1500 – 3000 footcandle (fc). Sebagai perbandingan, saat matahari terik di siang hari, kisaran intensitas cahaya matahari sekitar 7000 – 10000 fc. Untuk mengatasi hal tersebut Dendrobium membutuhkan naungan untuk mengurangi intensitas cahaya

2.    Ketinggian tempat
Anggrek Dendrobium sebenarnya memiliki daya adaptasi tinggi dan dapat tumbuh di daerah pada ketinggian tempat lebih dari 1000 meter dari permukaan laut. Dendrobium umumnya menyukai daerah panas daripada daerah dingin, tetapi beberapa jenis Dendrobium hanya bisa tumbuh di daerah dingin misalnya Dendrobium nobile dan Dendrobium cuthbertsonii.

3.    Kelembaban
Kelembaban yang diinginkan anggrek Dendrobium berkisar antara 60% - 85% dan dengan kisaran itu maka penguapan besar-besaran pada siang hari bisa dicegah. Sedangkan malam hari kelembaban tidak boleh melebihi 70 % untuk menekan tanaman terserang penyakit. Hal tersebut dapat dilakukan degan cara menjaga media tidak terlalu basah

4.    Suhu
Suhu udara sangat mempengaruhi proses metabolisme tanaman. Suhu udara tinggi memacu proses metabolisme dan suhu udara rendah memperlambat lajunya. Pertumbuhan Dendrobium memerlukan suhu udara rata-rata 250C - 270C dengan suhu udara minimum 21oC - 23oC dan maksimum 31oC - 34oC. Suhu siang sebaiknya 27oC-32oC, dan suhu pada malam hari 21oC-24oC. Serupa dengan cara meningkatkan kelembaban, kenaikan suhu di siang hari bisa ditekan dengan memanipulasi pengabutan dan penyiraman di lingkungan sekitar

5.    Ketersedian air
Lokasi tepat budidaya anggrek Dendrobium harus memiliki ketersediaan air yang cukup, hal tersebut merupakan syarat yang mutlak apalagi saat musim kemarau datang. Dendrobium memang menyukai air tetapi tidak boleh berlebihan. Air digunakan saat pertumbuhan vegetatif laju pesat, tunas-tunas muda tumbuh dan sebelum berbunga. Namun, keperluan air berkurang saat tangkai bunga tumbuh dan berkurang pada periode muncul kuncup sampai mekar berbunga.

6.    Angin
Pertukaran udara yang baik, lancar, dan teratur sangat mendukung kesehatan anggrek. Namun angin yang bertiup terlalu kencang dapat mematahkan tangkai-tangkai bunganya. Keaadan angin yang sesuai adalah angin yang bertiup sepoi-sepoi sehingga menciptakan goyangan lembut pada daun dan tangkainya serta aman untuk bunganya.

7.    Media Tanam
Media tumbuh yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu : tidak cepat melapuk, tidak menjadi sumber penyakit, mampu mengikat air dan zat-zat hara secara baik, mudah didapat dalam jumlah yang diinginkan, murah dan ramah lingkungan. Beberapa jenis media yang dapat digunakan untuk anggrek dendrobium antara lain : arang sekam, sekam padi, sabut kelapa, pakis, atau mos.
Adapun keutamaan dari arang sekam yaitu : tidak lekas melapuk, tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri, sukar mengikat air dan miskin zat hara, hanya mengandung unsur karbon (C) saja sehingga penggunaannya harus diimbangi dengan pemberian unsur hara lain. Sedangkan pada sabut kelapa yaitu, mudah melapuk, mempunyai daya menyimpan air sangat baik sehingga perlu diatur penyiramannya, merupakan sumber kalium (K) Sekam bakar dikenal sebagai campuran media yang cukup baik untuk mengalirkan air, sehingga media tetap terjaga kelembabannya.
Arang sekam atau sekam bakar adalah sekam yang sudah melewati proses pembakaran yang tak sempurna. Karakteristik fisik dari sekam bakar yaitu : berat yang sangat ringan dan kasar, membuat sirkulasi udara dan air dalam media tanam jadi lebih tinggi. media harus bersifat menyimpan air dan tidak mudah memadat. Media padat menyebabkan air tergenang sehingga aerasi   udara rendah. Jika aerasi rendah, akar yang putih berubah jadi coklat lalu menghitam.

C. TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN
Perbanyakan Vegetatif
Perbanyakan vegetatif yang umum dan mudah pada anggrek dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang perlu diperhatikan dalam melakukan perbanyakan vegetatif pada anggrek adalah mengamati tipe pertumbuhannya,yaitu monopodial atau simpodial, metoda perbanyak vegetatif pada anggrek antara lain:
1.    Pemisahan rumpun
Anggrek dengan pertumbuhan simpodial seperti Cattleya, Dendrobium, Oncidium dan sejenisnya, bila sudah ditanam selama dua atau tiga tahun akan menjadi rimbun sehingga pot menjadi tidak muat lagi untuk menampung pertumbuhannya, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan pemisahan rumpun, pilihlah tanaman yang tidak sedang berbunga atau sedang menghasilkan kuncup bunga.

2.    Pemisahan anakan atau Keiki
Pada beberapa tipe anggrek dengan pertumbuhan monopodial atau simpodial biasanya pada pseudobulb yang tua atau batangnya seringkali mengeluarkan anakan atau keiki, anakan ini suatu saat jika sudah memiliki akar yang cukup banyak dapat dipotong atau dipisahkan dari tanaman induknya.


3.    Pemotongan batang
Anggrek yang memiliki tipe pertumbuhan monopodial, seperti Vanda, Arachnis, Renanthera, Ascocentrum, Ascocenda atau Mokara dapat diperbanyak dengan cara memotong batangnya, batang yang dipotong sebaiknya telah memiliki akar minimal 2 atau 3 buah. 

Perbanyakan Generatif
Layaknya tumbuhan berbiji lainnya, Anggrek dapat juga diperbanyak melalui perbanyakan secara generatif (perkawinan), dimana setelah proses penyerbukan atau polinasi, maka akan terbentuk buah, setelah matang maka ribuan biji yang terdapat didalam buah siap untuk ditanam, hanya saja penanaman biji anggrek tidak semudah menanam biji jenis bunga atau tanaman lainnya. Biji anggrek bila ditanam atau tersebar di hutan memerlukan sejenis cendawan atau jamur tertentu untuk dapat berkecambah dan tumbuh. Hal ini jarang terjadi atau tidak mudah dilakukan bila kita menyebar biji anggrek pada media dipot atau menaburkan biji anggrek pada dahan atau ranting pohon dihalaman atau kebun.

D. TEKNIK PENANAMAN
Penanaman dengan pot.
Untuk jenis anggrek yang berbatang monopodial (Vanda, phalaenopsis) cara menanam batang diletakkan ditengah-tengah pot. Karena anggrek ini akan tumbuh terus lurus keatas. Sedangkan anggrek berbatang sympodial (cattleya, dendrobium, cymbidium, oncidium) cara menanamnya bagian batang yang tua diletakkan menempel pada pinggir pot. Dan bagian tunas diletakkan pada bagian tengah pot. Sehingga tanaman akan tumbuh makin ketengah. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menanam dipot adalah :

1. Pot (Pot plastik atau tanah)
Pot yang akan dipakai sebaiknya pot baru. Bisa digunakan pot bekas namun harus dengan perlakuan terlebih dahulu. Pot bekas biasanya ditumbuhi lumut, jamur bahkan mungkin bakteri. Dan mungkin pot telah asam. Untuk itu harus dibersihkan sampai betul-betul bersih.pemilihan pot adalah penting. Pot yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan besarnya tanaman dan jenis anggrek yang akan ditanam. Misalnya untuk vanda potnya beda dengan phalaenopsis. Vanda butuh pot yang dalam dan berongga banyak, sedangkan phalaenopsis memerlukan pot yang tidak terlalu dalam dengan lobang draenase yang cukup. Untuk yang menggunakan pot plastik sebaiknya lubang dibagian bawah pot diperbesar, dan tambah lobang dibagian samping atau sisi pot agar draenase lebih lancar.

2. Tiang penahan batang tanaman.
Lebih baik dibuat dari kawat dengan diameter 2~4 mm. Disamping kokoh juga tahan lama. Fungsi dari tiang ini adalah untuk menyangga tanaman agar tidak goyang saat penyiraman atau perlakuan lainnya. Sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu. Tiang penyangga dapat dilepas bila tanaman sudah menempel kuat pada pot.

3. Media tanam.
Untuk menanam anggrek dipot diperlukan media tanam. Ada beberapa jenis media tanam Seperti, potongan pakis, arang kayu, potongan sabut kelapa, pecahan batu bata atau genteng. Media ini diperlukan untuk mengikat air dan tempat menempel akar tanaman.

Cara penanamannya yang pertama pasang tiang penahan sampai menyentuh dasar pot. Isi pot dengan pecahan batu bata atau genteng secukupnya, bisa sampai 1/3 tinggi pot. Ini difungsikan untuk pemberat pada pot plastik dan penahan air. Kemudian masukkan media arang kayu atau potongan pakis 1/3 tinggi pot. Setelah itu tanaman anggrek diletakkan diatas media dan akar diatur supaya menyebar rata. Jangan lupa batang tanaman diikat pada tiang penyangga. Yang terakhir diatas akar ditambah media lagi secukupnya. Perlu diingat, jangan sampai batang tanaman pseudo-bulb tertimbun oleh media (cattleya, dendrobium). Hal ini untuk menghindari luka yang bisa menyebabkan busuk dan tanaman mati. Yang ditimbun oleh media adalah akar-akarnya saja.

Penanaman dengan ditempel
Penanaman dengan cara ini lebih simple dan tidak membutuhkan media. Pilihlah tanaman anggrek yang tidak terlalu panjang batangnya, untuk menghindari patah. Tempelkan tanaman anggrek pada pohon atau papan pakis. Pohon atau papan pakis inilah sebagai media tanamnya yang berfungsi untuk menempel akar-akar tanaman anggrek. Agar menempel kuat dan tidak goyang ikat batang anggrek tersebut pada pohon atau papan pakis dengan tali plastik atau tali ijuk atau yang lainnya yang tidak berkarat. Setelah perakarannya menempel kuat, tali bisa dilepas. Lebih praktis tali pengikat bisa diganti kawat dengan panjang 5 – 6 cm, dibentuk huruf U. Kawat ini untuk menjepit batang anggrek yang ditempelkan pada papan pakis atau pohon.

E.  PEMELIHARAAN
1.   Penaungan
Tanaman anggrek tidak memerlukan intensitas matahari secara penuh. Masing-masing jenis anggrek membutuhkan intensitas matahari yang berbeda. Selama pertumbuhannya tanaman anggrek memerlukan naungan. Seperti habitat aslinya, dimana tanaman anggrek tumbuh didalam hutan, menempel didahan pohon yang rindang. Untuk naungan, yang mudah menggunakan paranet. Ketebalan paranet disesuaikan dengan kebutuhan intensitas sinar matahari jenis anggrek yang ditanam. Hindari masuknya sinar matahari secara langsung dan berlebihan. Kelebihan intensitas sinar matahari akan menyebabkan daun-daun menguning seperti terbakar.

2.   Penyiraman
Penyiraman pada tanaman anggrek sangat dipengaruhi oleh media tanam, besar kecilnya tanaman, temperatur lingkungan, kelembaban, aliran udara dan jenis pot yang digunakan. Menyiram tanaman anggrek sebaiknya mengunakan sprayer, sehingga butiran air yang keluar dapat diatur, agar tidak merusak media tanam, bunga dan daun anggrek. Penyiraman yang baik langsung disemprotkan pada bagian akar, supaya langsung terserap.
Penyiriraman  baik dilakukan pada pagi hari jam 07.00 ~ 09.00 dan sore hari jam 15.00 ~ 17.00. Jangan menyiram anggrek terlalu banyak, air yang menggenang dalam pot bisa membuat akar membusuk dan tanaman mati. Frekuensi penyiraman tergantung pada jenis anggrek. Anggrek yang mempunyai pseudobulb (anggrek simpodial) lebih tahan kering, misalnya : oncidium, dendrobium, cattleya. Penyiraman pada jenis anggrek ini cukup 1 – 2 kali sehari. Anggrek monopodial harus disiram lebih sering, 2 – 3 kali sehari, misal : phalaenopsis dan vanda.

3.   Pemupukan
Dasar pemupukan adalah fase pertumbuhan tanaman angrek. Ada 2 fase pertumbuhan tanaman anggrek. Fase vegetatif adalah periode pertumbuhan tanaman anggrek dari penyemaian sampai anggrek muda. Fase generatif adalah saat anggrek mulai dewasa dan telah siap berbunga.
Pada fase vegetatif pupuk yang mesti digunakan adalah pupuk yang kaya akan unsur N. Unsur N ini merupakan bahan utama penyusun protein yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelahan sel. Sehingga pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat. Pada fase generatif bisa diberikan pupuk dengan unsur hara P yang lebih tinggi. Yang berfungsi untuk merangsang proses pembentukan bunga. Dapat juga diberikan vitamin dan hormon pertumbuhan.
Pemupukan yang baik adalah lewat daun, karena daun mempunyai daya serap yang lebih besar daripada akar. Jangan memberikan pupuk dengan cara menaburkan langsung ke dalam pot. Pupuk yang diserap akar hanya pupuk yang terbawa oleh air. Sementara sisanya akan mengendap dalam pot dan bisa menjadi tempat yang potensial untuk perkembangnya penyakit. Waktu yang tepat melakukan pemupukan adalah saat dimana mulut daun sedang terbuka, yaitu jam 08.00 ~ 10.00 dan atau jam 15.00 ~ 17.00. Sehingga proses penyerapan makanan berlangsung lebih cepat.

4.   Penggantian Pot
Penggantian pot adalah proses dimana tanaman anggrek ditanam ulang dengan pot yang lebih besar dengan media tanam baru. Mengingat pertumbuhan tanaman anggrek yang semakin membesar, dikawatirkan pot lama tidak cukup menampung saat tanaman anggrek siap berbunga. Kapan harus melakukan penggantian pot tidak ada waktu yang pasti. Kejelian pengamatan sehari-hari sangat diperlukan. Adapun tandanya saat yang tepat melakukan penggantian pot adalah :
a)     Pot sudah padat oleh tunas baru.
b)     Pot sudah tidak cukup menampung perakarannya.
c)      Media tanam banyak ditumbuhi lumut.
d)     Media tanam sudah hancur dan lapuk.

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman anggrek yang baik dilakukan pemeliharaan dasar tersebut diatas. Sedangkan lainnya bersifat sebagai penunjang atau insidentil. Kegagalan dalam melakukan perawatan dasar tersebut dipastikan akan menyebabkan kegagalan semuanya. Yaitu tanaman kurus kurang terawat, mudah terserang hama dan penyakit dan penundaan pembungaan. Bahkan yang paling parah bisa menyebabkan kematian.




Daftar pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar